
Dalam penelitian, kebutuhan terhadap alat dan fasilitas laboratorium bisa sangat beragam. Satu penelitian mungkin membutuhkan mikroskop, penelitian lain memerlukan centrifuge, sementara proyek yang berbeda membutuhkan laminar air flow, oven, atau fasilitas penyimpanan sampel.
Masalahnya, tidak semua peneliti memiliki akses terhadap seluruh fasilitas tersebut. Membeli alat untuk setiap kebutuhan juga tidak selalu menjadi pilihan yang masuk akal, terutama ketika alat hanya digunakan untuk proyek tertentu atau dalam periode tertentu.
Di sinilah konsep akses terhadap fasilitas riset menjadi penting.
Tidak Semua Alat Harus Dimiliki
Kepemilikan alat laboratorium membutuhkan lebih dari sekadar biaya pembelian. Ada kebutuhan untuk menyediakan ruang, melakukan perawatan, memastikan alat dapat digunakan dengan baik, serta mempertimbangkan frekuensi penggunaannya.
Bagi peneliti yang hanya membutuhkan sebuah alat untuk penelitian tertentu, memiliki alat tersebut secara permanen mungkin tidak menjadi pilihan yang paling praktis.
Dengan akses melalui fasilitas bersama atau layanan rental, peneliti dapat menggunakan alat yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan penelitian tanpa harus menjadikannya bagian dari inventaris pribadi atau institusinya.
Memilih Alat Berdasarkan Kebutuhan Penelitian
Akses terhadap berbagai alat juga membuat peneliti dapat menentukan fasilitas berdasarkan pekerjaan yang akan dilakukan.
Misalnya, mikroskop dapat digunakan untuk kebutuhan observasi sampel, centrifuge untuk proses pemisahan komponen berdasarkan karakteristik tertentu, sedangkan hot plate stirrer dapat digunakan dalam proses pencampuran dan pemanasan.
Begitu pula dengan fasilitas seperti Laminar Air Flow, oven, dan ruang laboratorium, yang memiliki fungsi berbeda dalam mendukung tahapan penelitian.
Karena itu, pemilihan alat sebaiknya dimulai dari pertanyaan: apa yang perlu dikerjakan dalam penelitian ini?
Setelah kebutuhan tersebut diketahui, barulah fasilitas yang sesuai dapat ditentukan.
Fasilitas Riset Tidak Berhenti pada Alat
Penelitian juga membutuhkan ruang dan fasilitas pendukung.
Ada pekerjaan yang membutuhkan area laboratorium, ada sampel yang perlu disimpan dalam kondisi tertentu, dan ada kegiatan penelitian yang membutuhkan lingkungan kerja yang sesuai.
Dalam kondisi tertentu, kebutuhan tersebut dapat mencakup ruang kerja, fasilitas penyimpanan sampel, hingga fasilitas khusus seperti animal house.
Artinya, akses terhadap fasilitas riset dapat menjadi satu rangkaian kebutuhan, bukan hanya tentang mencari satu alat tertentu.
Lebih Fleksibel Mengikuti Kebutuhan Proyek
Kebutuhan fasilitas penelitian dapat berubah dari satu proyek ke proyek lainnya.
Peneliti mungkin membutuhkan mikroskop selama beberapa jam untuk satu tahapan penelitian, kemudian membutuhkan alat berbeda pada tahapan berikutnya. Dengan sistem akses atau rental, penggunaan fasilitas dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan jadwal penelitian.
Hal ini juga memberikan ruang bagi peneliti untuk merencanakan penggunaan fasilitas berdasarkan tahapan proyek, tanpa harus menyediakan seluruh peralatan sejak awal.
Membangun Akses terhadap Ekosistem Riset
Bagi Chainlab Space, penyediaan fasilitas riset bukan hanya tentang menyediakan alat untuk digunakan. Tujuannya adalah membantu menciptakan akses yang lebih fleksibel terhadap ruang, peralatan, dan fasilitas yang dibutuhkan dalam proses penelitian.
Mulai dari peralatan laboratorium seperti mikroskop, centrifuge, hot plate stirrer, Laminar Air Flow, dan oven, hingga fasilitas ruang, penyimpanan sampel, animal house, dan kebutuhan pendukung lainnya dapat menjadi bagian dari kebutuhan riset yang berbeda-beda.
Karena pada akhirnya, penelitian tidak selalu membutuhkan peneliti untuk memiliki semuanya.
Terkadang, yang dibutuhkan hanyalah akses terhadap fasilitas yang tepat, pada waktu yang tepat, untuk menyelesaikan pekerjaan yang tepat.
Itulah ruang yang ingin dibangun Chainlab Space: memberikan akses terhadap fasilitas yang dapat membantu peneliti menjalankan proses riset sesuai kebutuhannya.